Kamis, 30 November 2017

Marlina "The Murderer in Four Acts"

kemarin saya baru saja menonton salah satu film indonesia yang berjudul, marlina si pembunuh empa babak, di bintangin Marsya Thimoti sebagai Marlina, dan beberapa jajaran artis indonesia lainnya.

Pertama kali melihat trailernya saya begitu penasaran, bagaimana film ini akan membuat penonton menikmati setiap adegan yang di suguhkan. berlatar perbukitan sabana di Sumba, Nusa Tenggara Timur, penonton dibuat takjub dengan pemandangan yang memanjakan mata. kita bisa melihat keindahan indonesia yang sangat kaya akan alam, di iringi musik yang membuat kita terbawa dengan suasana pedalaman sumba. Marlina tinggalah seorang diri, anaknya meninggal sewaktu masih dikandungan, dan hanya jasad suaminya yang menemaninya di sebuah gubuk kecil di tengah perbukitan.
Hasil gambar untuk marlina si pembunuh dalam empat babak trailer

suatu hari datanglah penagih hutang hendak merampok semua harta marlina, tidak hanya merampok tetapi juga ingin menyetubuhi marlina. si perampok tidak lah sendiri, kawan-kawannya datang menyusul untuk melakukan hal yang sama terhadap marlina. marlina yang hanya tinggal sendiri tidak tahu harus meminta tolong terhadap siapa? Apa yang akan dilakukan marlina? bagaimana cara dia menyelamatkan diri dari para perampok itu?

disini saya tidak akan terlalu banyak spoiler, karena mungkin sudah banyak yang tahu kisah ini. di angkat dari kisah nyata seorang janda di sumba yang dirampok dan diperkosa oleh  kawanan perampok dan dia membunuh semua perampoknya. tapi bagaimana dia membunuh para perampok dan bagaimana perjalanan dia mencari keadilan? kalian harus menonton filmnya.

sebagai penikmat film, mata saya benar-benar dimanjakan oleh pemandangan alam indonesia yang begitu indahnya, di film ini kita bisa melihat kearifan lokal budaya masyarakat sumba, menggunakan bahasa sumba, musik yang mengiring begitu pas terdengar di telinga mengiringi pemandangan perbukitan yang luas, sebuah artikel menyebut menonton film marlina seolah kita menonton film coboi. dan ya,  saya setuju.
Marsha sendiri tidak usah diragukan lagi kemampuan aktingnya, dia begitu mendalami peran marlina sebagai seorang janda yang begitu kesepian, begitu menyendiri, dan misterius. hasilnya marsha mendapatkan pujian di festival film cannes 2017. aktor dan aktris pendukung film ini pun begitu menjiwai karakter yang mereka perankan, kita seolah dibuat masuk kedalam cerita itu. merasakan bagaimana kehidupan masyarakat di sumba,.

seperti judulnya Marlina si pembunuh empat babak, cerita ini dibagi menjadi empat bagian. sebelum tayang di indonesia film ini sudah tayang di berbagai festifal film di beberapa negara, dan selalu mendapatkan ulasan positif dan pujian. dan menurut saya sendiri memang film ini patut mendapat penghargaan.

Hanya saja mungkin film ini terasa membosankan bagi sebagian orang, karena film ini tidak memiliki banyak dialog ataupun aksi. tapi untuk sebagian orang film ini akan membuat kita berpetualan didalamnya, dan melihat segala sesuatu tidak hanya dari satu prespektif.

well itu ulasan saya tentang film Marllina si pembunuh empat babak, kalau yang penasaran silahkan langsung saja menontondi bioskop-bioskop terdekat,

Mohon Maaf apabila ada yang salah dalam tulisan ini, salam .....

Jumat, 25 Agustus 2017

CAROL from Novel "The Price of salt"



Sebenarnya ini film 2 tahun lalu, dan saya pun sudah menonton awal tahun lalu. tapi entah kenapa saya baru tertarik melihat lagi filmnya, itu pun setelah aku tidak sengaja membuka youtube dan melihat kembali potongan-potongan adegan antara carol dan therese, yang diperankan secara apik oleh aktris yang sudah tidak diragukan lagi kemampuan aktingnya Cate Blanchett dan Rooney Mara.


How i can start? i just love both of them, how they show their chemistry thats make me falling in love with them. awalnya saya tidak begitu ingat dengan cate, tapi wajahnya sangat familiar. ternyata dia adalah si quen elf di The Lord Of The Ring, well thats one of the favorite movies! dan masih banyak lagi film-film yang dia bintangi, bahkan di tahun 2014 cate berhasil meraih oscar untuk perannya dala m film blue jasmien. and who dont know The Girl With Dragon Tatto? i think almost everyone know, untuk versi hollywood Rooney Mara berhasil mencuri perhatian penonton dengan aktingnya yang total sebagai seorang hacker. begitupun saat dia memerankan seorang therese belivet, she so pure with this character, so cute, so adorable!. mungkin kalian pasti bertanya-tanya mengapa saya begitu cinta dengan karakter mereka dalam film ini, jadi langsung saja kita bahas film CAROL.

Carol Aird seorang wanita paruh baya yang memiliki segalanya, dia cantik, elegan, kaya, she have best friend, beautiful daugther, dan suami yang begitu mencintainya. she just perfect, tapi hati nya merasa ada yang kurang, something missing like her heart is empty. Until she meet Therese, dan petualanganpun dimulai.

Therese Belivet seorang gadis yang bekerja disebuah departement store, memiliki kekasih yang begitu mencintainya. pecinta fotografi, humble, easy going and making people comfortable around her. Tapi dibalik sosoknya yang begitu lugu dan ceria, she just loney girl. she far away from her family, and life with her self. just richard her boyfriend who always beside her, loving her so much, want to marry her. But she dont feel the same, she dont know what she want until she meet carol.

Pertemuan pertama mereka mencuri perhatian satu sama lain, membuat mereka merasakan hal yang sama, sama-sama merasa kesepian. kian hari mereka kian dekat, Carol yang sedang mengahadapi percerainya dan berebut hak asuh anaknya membuat Carol merasa lebih menderita, suaminya yang tidak menginginkan perceraian memaksa carol untuk memilih antara kebebasannya atau anak mereka. Kehadiran Therese dalam hidup Carol memberikan warna baru, sekaligus dilema untuk Carol. Begitupun Therese, pertemuannya dengan Carol membuka hal baru untuknya. Menyusuri jalan, mengendarai mobil, berhenti dari satu tempat ke tempat lain. Pengalaman
dan petualangan yang mereka lalui bersama semakin membuat mereka mengerti satu sama lain dan mengikat chemistry diantara mereka.

Klimaksnya adalah saat dimana hubungan mereka diketahui oleh suami Carol, dan menjadikan alasan kuat untuk megambil hak asuh anak mereka. membuat Carol harus melepaskan salah satunya, dengan perasaan berat Carol harus meninggalkan Therese ditengan perjalannan mereka. Perjalanan yang menjadi memory terindah sekaligus menyakitkan bagi Carol dan Therese, Therese harus terbangun tanpa sempat melihat Carol pergi. Hanya ada Abby sahabat Carol yang datang untuk menjemput Therese dan mngantarkan Therese Kembali pulang, Abby memberikan surat dari Carol untuk Therese. Surat itu adalah surat perpisahan dari Carol.

Kemanakah kisah mereka berlanjut? akankah Carol mendapatkan kembali hak asuh anaknya? akankan Therese bisa melupakan Carol? bagi yang sudah menontonnya pasti sudah tahu ending ceritanya bagaimana. dan well i love this movie so much!.


Dua karakter utama bisa membuat membuat kita terhanyut dalam perasaan yang mereka rasakan, akting yang tidak perlu diragukan lagi, Cate Blanchett berhasil menapilkan sosok Carol Aird yang begitu anggun dan elegan, begitupun dengan Rooney Mara menghidupkan karakter Therese Belivet yang polos dan lugu. tidak hanya lewat dialog, mata dan seluruh tubuh mereka berhasil membuat kita percaya bahwa mereka adalah Carol dan Therese.


Film besutan Todd haynes berhasil memasangakan Rooney Mara sebagai therese belivet dan Cate Blanchett sebagai Carol aird. Memerankan sepasang wanita yang mencari jawaban dalam hidup mereka, di adaptasi dari novel karya patricia Highsmith. Berlatar tahun 50an film ini sukses tidak hanya dari segi cerita tapi juga latar, musik, landscape, makes us feel traveling time. bahkan tidak hanya sukses membawa cate dan rooney masuk dalam nominasi oscar, untuk nominasi costum berhasil masuk nominasi oscar tahun 2016. Phyllis Nagy sebagai penulis skenario berhasil membuat dialog-dialog yang ada terasa berbeda, membuat tiap karakternya memiliki ciri khasnya masing-masing.

Menurut saya film ini adalah salah satu film yang mampu menghipnotis penontonnya, lepas dari genre yang di usung. film ini berhasil menghidupkan suasana 50an, dan membuat saya ingin tahu lebih lagi tentang tahun 50an. dan banyak pelajaran yang sangat berharga yang bisa kita dapatkan, nilai-nilai dan pesan moral yang bisa kita ambil. sudut pandang orang saat itu bagaimana melihat sebuah perbedaan, keberanian untuk jujur pada diri sendiri. saya pikir tidak akan mudah di jaman itu untuk bisa open, jangankan untuk bisa terbuka dengan orang-orang sekitar, bahkan kepada diri sendiripun sulit. dan film ini membuat kita bisa melihat sesuatu yang berbeda, yang jarang ditampilkan untuk film-film bertema 50an.

Bagi yang belum menonton silahkan tonton saja filmnya, karena film 2015 jadi sudah bisa googling dan dapat Blueray kuality. Untuk film dengan durasi 1 jam 58 menit 28 detik, saya rasa film ini tidak membosankan, walaupun buka film action, tapi film melow drama ini mampu membuat kita terbuai dengan semua keindahan yang ditampilakan dalam film ini, dari aktris dan aktor, kostum, music dan alur cerita yang kuat.

jika ada yang tahu bagaimana cara mendapatkan DVD originalnya dan Novelnya please help me, karena harus beli di Amazon dan tidak punya pengalaman membeli di situs itu tolong yang tahu bagaimana cara membelinya share aja di komen ya.

thanks for your attention dan semoga bisa memberikan revensi baru untuk kalian semua.









Rabu, 26 Juli 2017

Transit Girl " tentang cinta yang tak biasa"

Kali ini saya akan membahas sebuah drama jepang yang berkisah tentang cinta yang tak biasa, bisa di bilang kali ini saya merasa terbawa dalam alur drama dan chemistry dari semua pemainnya, mungkin ada dari kalian yang pernah melihat atau pun mendengan dorama jepang yang berjudul  transit girl.
Drama ini diputar tahun 2015 lalu, tapi saya baru menonton setahun yang lalu, dan kenapa baru kali ini saya buat reviewnya karena dulu saya masih menonton dengan sub eng, jadi takut salah arti. Hihihihi dan tanpa sengaja melihat video mereka di instagram akhir-akhir ini, jadi ingin menonton lagi deh.. hehehhe dan iseng-iseng googling tentang mereka malah nemu sub indo nya. Makasih yang sudah membuat sub indonya, jadi lebih memahami mereka ngobrol apa.
Langsung saja……
Kisah ini berawal saat yui diperankan oleh sakuma yui, berjalan sambil memotret pemandangan orang-orang disekitarnya. Dan saat yui menuju sebuah kuil, dia melihat seorang anak SMA yang sedang berdoa dan memohon permohonan, yui pun mengambil gambar si pelajar tersebut.  Cerita beralih kepada sayuri, dan ayahnya yang hanya tinggal berdua selepas kematian ibu sayuri. Sayuri lah yang menyiapkan keperluan ayahnya, kehidupan mereka bahagia hingga suatu malam ayah sayuri memberitahu bahwa ayahnya  akan menikah lagi, sayuri merasa terkejut dangan kabar tersebut. Dan dia tidak bisa langsung menerima kehadiran orang baru yang hadir dalam kehidupannya, terlebih dia tidak hanya mendapat ibu baru, tapi juga seorang kakak yang mungkin tidak pernah terfikirkan olehnya akan memiliki kakak karena selama ini dia adalah anak tunggal. Malam itu pun tidak hanya sayuri yang terkejut, tapi  yui lebih terkejut melihat bahwa yang akan menjadi adik tirinya dalah pelajar SMA yang dia llihat di kuil.

Hasil gambar untuk transit girl


Sayuri memiliki teman sejak kecil bernama Nao, dia dan nao adalah sahabat sejati yang tak terpisahkan. Tanpa sayuri sadari bahwa nao menyimpan perasaan selama ini untuknya, dan permasalahan sayuri semakin bertambah saat sahabatnya mirai menyukai nao dan mengira bahwa sayuri slalu menggoda nao. Disaat sayuri merasa sedih yui slalu berusaha untuk menghiburnya dan mendekatinya, tapi tidak mudak mendekati sayuri, sayuri yang sedikit keras dan sensitive slalu menolak sikap baik yui. Hingga satu malam yui berusaha mendekatinya dan sayuri kembali menolaknya, dan yui pun dengan tiba-tiba mencium sayuri dan bilang bahwa yui mungkin mencintai sayuri. Dari situ lah semua cerita ini akan berlanjut, apakah yang akan sayuri lakukan untuk menghentikan sikap yui, akankah sayuri menghindari yui? Ataukan dia akan bimbang dengan perasaannya sendiri?

Hasil gambar untuk transit girl



Bagi yang penasaran langsung saja tonton dramanya, dan sudah tersedia sub indo nya. Semua ada 8 Episode, dan hanya dengan 8 episode menurut saya drama ini sudah berhasil membuat penonton terbawa kedalam alur ceritanya yang unik dan beda dari yang lain. Jujur waktu pertama kali saya tonton, saya sedikit underestimate dengan pemainnya, karena bukan pemain yang sering saya lihat di dalam drama-drama jepang. Tapi setelah melihat seluruh episodenya, saya sendiri merasa terbawa oleh perasaan dari masing-masing karakter, bagaimana seorang menghadapi perubahan-perubahan dalam hidup mereka, dan beradaptasi dengan semua itu. Menurut saya sendiri banyak pelajaran yang dapat di ambil dari kisah mereka, tentang keluarga, persahabatan, cinta dan benci.  Melihat semua dari sudut pandang yang berbeda, menyingkap arti sebuah perasaan yang tidak slalu dapat kita terjemahkan lewat kata. Sebuah penerimaan tentang perbedaan yang ada tanpa menutup diri untuk suatu perubahan. cinta yang tak pernah kita tahu akan ada untuk siapa dan dimana, kapan hati ini terbuka dan tertutup. 

Untuk cast para pemainnya bisa dibilang good looking, dari pemain utama dan para pendukung.
Ada sairi ito berperan sebagai hayama sayuri, sakuma yui sebagai shida yui, lala ada kentaro sebagai Nao. Dan beberapa pemain lainnya yang bisa kalian searching di mbah google. >.<
karena cari trailernya tidak nemu-nemu, saya kasih cuplikan video tentang mereka aj ya.

Hasil gambar untuk ito sairi
Hayama Sayuri ( Ito Sairi )

Hasil gambar untuk sakuma yui
Yui Shida (Yui Sakuma)

Hasil gambar untuk kentaro
Nao Fukuzawa ( Kentaro )





yaps sekian postingan dari saya kali ini, semoga bisa menambah daftar drama yang ingin di tonton, mohon maaf apabila ada ssalah kata, 
sampai jumpa di postingan selanjutnya, 

akh mungkin dari kalian ada yang kaget melihat postingan saya sebelumnya the haindmaiden sempat terhapus, tidak disengaja makanya saya post ulang. 
sekali lagi terima kasih atas waktu luangnya sudah membaca blog saya. >.< 
s





The Handmaiden "sebuah adaptasi novel yang cerdas"

Ada yang tahu novel karya sarah waters fingersmith atau drama BBC yang  mengadaptasi novel karya sarah waters berjudul sama dengan novelnya fingersmith? Jika sudah pernah menonton atau membaca novelnya, maka kita tidak akan asing lagi dengan cerita film The Handmaiden, film karya sutradara Park chan wook  ini mengadaptasi novel laris karya novelis inggris sarah waters, masih dengan cerita feminisme berlatar korea tahun 1930an dimana korea saat itu dibawah kolonial jepang. Dalam novelnya sendiri berlatar london era victoria, dan keduanya memiliki kemiripan jaman saat kedua negara itu memasuki era industri dan moderenisasi.

Saya sendiri belum menonton The Handmaiden, hanya menonton serial fingersmith. jadi saya hanya akan mengupas sedikit cerita tentang film ini  dari sudut pandang serial TV fingersmith  dan potongan-potongan interview dan review film the handmaiden.

Karakter utama dalam cerita the handmaiden tepusat pada 2 orang gadis yang dibesarkan dalam lataar belakang berbeda, Lady Hideko yang diperankan oleh Kim Min hee dan sook he yang diperankan artis pendatang baru Kim Tae ri, akan mengalami perjalanan hidup yang penuh kejutan, pertemuan keduanya akan membawa mereka dalam petualangan yang tak pernah mereka sangka. Keduanya merupakan korban konspirasi dari tokoh-tokoh yang mendukung film ini seperti Count Fujiwara yang di perankan oleh Ha Jung woo dan Uncle Kouzuki diperankan oleh Cho Jin woong.

saya tidak akan membahas terlalu jauh tentang isi filmnya, kalau penasaran seperti apa ceritanya kalian bisa menonton serial TV fingersmith, Tapi walaupun cerita dan alurnya mengadaptasi novel yang sama, menurut saya dan sahabat saya Roti film ini akan sedikit berbeda dari serial TVnya, Jika dan serial TV fingersmith kita akan disajikan visual yang standar tapi kita akan menemukan romansa cinta seperti film romance, saya sendiri suka dengan chemistry kedua tokoh dari serial fingersmith , walaupun secara gravis dan cinematografi tidak begitu menarik. tapi pendalaman karakter dari tokoh utama membuat serial ini patut untuk ditonton. tentu dengan cerita dan plot dari sarah waters ini tidak perlu diragukan lagi.

sedangkan dalam film the handmaiden kita akan dimanjakan dengan visual dan cerita yang lebih menarik, lebih gothic dan sensual mungkin. dapat dilihat dari trailer film tersebut. sebenarnya saya sendiri sudah tidak sabar ingin bisa melihat bagaimana sutradara park chan wook mengemas film ini lebih menarik dan memuaskan para penikmat film, ekpektasi saya dan sahabat saya untuk film ini sangat tinggi, apalagi film ini masuk dalam festival film cannes, film the handmaiden sendiri bergenre thiller. jadi akan sangat berbeda sekali dengan serial TV nya,

saya lebih penasaran dengan chemistry kedua tokoh dalam film the handmaiden lady hideko dan sook he, bagaimana kim min he dan kim tae ri  membawa karakter tokoh utama lebih kuat dari pada di serial TV nya, menurut komentar yang sudah menonton filmnya karakte lady hideko sendiri seperti kucing ras, yang elegan, anggun dan misterius. sedangkan sosok sook he sendiri seperti anak anjing yang periangan dan ekpresif. kedua karakter tokoh utama ini akan membawa pononton masuk dalam emosi keduanya, tentunya para pemain pendukung yang tak kalah dalam membangun karakter masing-masing.

jadi siapa yang sudah sangat penasaran ingin menonton filmnya??? sayangnya indonesia belum terdengar akan membeli hak tayang film ini, jadi hanya bisa menunggu dari mbah google. 

yang ingin lihat trailer nya...

beberapa foto dari film the handmaiden

Hasil gambar untuk the handmaiden

Hasil gambar untuk the handmaiden

Hasil gambar untuk the handmaiden

Hasil gambar untuk the handmaiden


sebenarnya masih banyak yang ingin saya tulis disini, tapi mungkin akan lebih asik jika ada yang mau berdiskusi tentang film ini.

sekian dari saya, mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan dan sebagainya, maklum sudah lama sekali baru kembali lagi menulis di blog ini. 

jika ada kritik dan saran silahkan koment ya... yang mau bahas film ini saya dengan senang hati untuk berdiskusi dengan kalian...

see you buat sinopsis film selanjutnya ya... 



Rabu, 14 Juni 2017

A Girl at My Door " sebuah kisah yang terlupakan"

kali ini saya akan membahas sebuah film yang mengangkat isu,  yang sering terjadi dalam masyarakat kita, sebuah karya dari seorang sineas muda korea selatan July Jung dengan modal yang tidak terlalu besar, dia berhasil mengemas sebuah cerita yang sangat sederhana dan menuangkannya dalam visual yang mempu membuat penonton"khususnya saya sendiri" merasakan emosi yang dalam, filmnya sendiri cukup gelap, dan membuat kita sebagai penonton mampu memdapatkan tekanan. cukup basa basinya langsung saja kita memulai ceritanya.

film ini di awali dengan adegan seorang polisi wanita bernama lee young nam yang diperankan oleh Bae_Doona dipindah tugaskan ke sebuah desa, saat dalam perjalanan menuju desa tersebut, di tengah jalan di tanpa sengaja melintasi genangan air, dan mengenai seorang gadis yang sedang duduk di tepi jalan. saat dia hendak menghampiri gadis tersebut, gadis tersebut berlari menjauh. sesampainya di desa tersebut, dia langsung membereskan barang-barangnya dan melihat gadis yang dia temui tadi di tepi jalan, gadis itu menaiki sebuah motor barang bersama seorang wanita tua. 

malam hari saat dia tidak bisa tidur, dia melihat gadis itu sedang berlari. dia mengejarnya, namun tidak terkejar, sampai dia mendengar suara teriakan. dan dia terkejut melihat gadis itu sedang dipukuli oleh ayahnya park yong ha  "diperankan oleh Song Sae-byeok"  yang sedang mabuk, dan neneknya ikut mengomeli sang gadis. yong nam menonglong gadis ini dan memenjarakan si ayah, ternyata sang ayah itu sudah sering berlaku kasar terhadap do hee, gadis itu bernama sun do hee "yang di perankan secara apik oleh Kim_Sae-ron" mungkin kalian sudah tidak asing lagi dengan aktris cilik ini, bagi pecinta film korea sudah beberapa film yang dia bintangi dan sukses. 

Perlakuan buruk ayah dan neneknya do hee ternyata tidak berhenti sampai disitu, setiap kali mereka mabuk, mereka melampiaskan kemarahan mereka terhadap do hee, sulit untuk young nam merubah kebiasaan warga setempat yang suka minum. apalagi dia sendiri sebenarnya adalah seorang peminum, yong nam tidak tega dan membawa do hee tinggal bersama dengan dia, do hee adalah gadis penyendiri dan suka di bully di sekolah, ternyata ayahnya dan neneknya berlaku kejam kepadanya karena dia adalah anak tiri, dan ibunya pergi meninggalkan do hee dengan ayah tiri dan nenek tirinya.

do hee yang merasakan kasih sayang yang tidak pernah dia dapatkan, merasa terobsesi dengan young nam, dia mulai mengikuti semua ap yang young nam lakukan, apa yang dia pakai. sampai satu hari seorang wanita mencari young nam dan mereka berbicara, ternyata wanita itu adalah masa lalu young nam, wanita itu adalah mantan kekasih yong nam, saat mereka bertengkar, park yong ha melihat. dan melaporkan yong nam atas tindak asusila terhadap do hee. "disini lah kita akan di suguhkan klimaks dan twiss dari si penulis. apakah yang akan terjadi dengan do hee? apakah yong nam akan di tahan atas tindakan yang tidak dia lakukan? 

untuk yang sudah menonton pasti sudah tahu akhirnya seperti apa, bagi yang belum silahkan di tonton, karna sudah bisa di unduh.

banyak pelajaran yang saya dapat dari film ini, si penulis sangat bisa membuat cerita yang sebenarnya sering terjadi dalam keseharian. kebiasaaan masyarakat korea yang suka sekali minum alkohol, memiliki dampak untuk lingkungan sekitar, tanpa disadari mereka tidak melihat sisi lain dari kebiasaan minum yang berlebihan.

isu kekerasan pada anak, pelecehan seksual pada anak, dan isu lgbt di kemas secara apik oleh penulis July Jung yang merangkap sebagai sutradara film ini, bahkan isu human traffiking menjadi salah satu isu yang dia angkat dalam film ini.filmnya tidak begitu berat, namun penuh hikmah. film ini pun memdapat perhatian dari para critikkus film dan berhasil tayang di ajang festival film cannes 2014. 

chemistry antar pemainnya terbangun dengan baik, akting mereka  mampu membuat kita terbawa dalam gejolak perasaan mereka. jadi film ini bisa jadi hiburan dan pelajaran untuk kita, termia kasih atas perhatiannya. sampai jumpa lagi di review film berikutnya.


di ajang festival film cannes