Jumat, 01 November 2013

I Can't Think Straight "Sebuah Keputusan dan Penerimaan"

Apa yang kalian pikir saat mendengar atau membaca "i can't think straight"? mungkin pikiran kita akan langsung terbesit sebuah kalimat B.ING yang memiliki arti "aku tidak dapat berfikir dengan benar" apa hubungan kalimat tersebut dengan postingan saya kali ini?

well, sebelum memulai postingan pertama saya  mari persilahkan saya untuk memperkenalkan diri, salam kenal ^^ saya hanyalah saya, sesosok manusia yang ingin memberi arti pada setiap apa yang saya lakukan. salah satu alasan saya membuat blog ini pun, karena seorang sahabat tercinta biasa  dipanggil  roti mengikatkan saya untuk tujuan atau arti dalam hidup ini. ya kalau saya tidak salah ingat salah satu percakapan kami dari beribu perkataan yang dia ucapkan, dia bilang "Lu itu hidup pengennya apa? apa fungsi lu? lu coba donk buat punya sesuatu yang berarti dalam hidup lu atau ngelakuin sesuatu yang menurut lu itu berarti. lu tu punya kemampuan, punya kelebihan, masa lu g mau memaksimalkan diri lu? lu tu butuh aktualisasi diri." saya sempet bengong waktu dia ngomong, berfikir mikir,mikir,mikir...... beberapa menit otak saya berusaha mencerna setiap perkataan dia. sampai akhirnya saya bertanya "trus gue harus ngapain?" dia diam, trus dia bilang "lu kenapa g coba buat blog? lu kan demen nonton film tu.... coba buat review film-film yang lu tonton. kali ini gue dukung dech..." sebelumnya saya pernah buat wordpress dan coba buat nulis sesuatu, dan saya menemukan sedikit kecintaan dengan dunia tulis menulis. tapi kerna sesuatu dan berbagai macam hal, saya terhenti ditengah jalan. sebenarnya bukan terhenti, hanya berhenti sejenak untuk beristirahat ^^. ( kaya orang lagi mudik pake acara berhenti buat istirahat :p ) akhirnya saya coba untuk memulai sesuatu yang berarti, berbagi sesuatu yang saya ketahui kepada semua orang.


seperti kata sahabat saya, postingan saya kali ini mengenai sebuah film yang menjadi salah satu favorit saya, sebuah film yang menginspirasi saya tentang arti cinta,keluarga dan keyakinan. film yang menyuguhkan sebuah realita kehidupan, dimana kita akan selalu dihadapkan oleh sebuah pilihan dan keputusan. kalian tentu masih ingat dengan judul postingan saya bukan? yups... i can't think straight sebuah film karya dari shamim sarif yang menceritakan kehidupan dua wanita yang mencari jati dirinya, dibalut dengan sentuhan romansa dan intrik didalamnya. tala dan leyla, dua wanita yang dilahirkan dengan culture dan keyakinan yang berbeda. tala adalah seorang christiani berdarah arab dan berasal dari keluarga yang menjunjung tinggi martabat keluarga. dia seorang wanita mandiri dan berfikirnan terbuka, kehidupannya sempurna. keluarganya terpandang, kaya, dan memiliki calon suami yang tampan ( menurut saya ^^ ) dan juga kaya pastinya. sampai dia bertemu dengan leyla seorang keturunan india dan lahir dalam keluarga muslim. leyla memiliki kekasih bernama ali, ali lah yang mengenalkan laila dengan tala. leyla yang berkepribadian sedikit kaku membuat tala penasaran dengannya.


semakin hari hubungan tala dan leyla semakin dekat, keduanya menemukan chemistry dan saling melengkapi. pada suatu waktu mereka berlibur ke oxford untuk menemani saudara perempuan tala berbelanja untuk pernikahan tala. mereka bermalam di oxford dan pada malam itu pula mereka menyadari perasaan mereka satu sama lain. masalah hadir diantara mereka sebelum hubungan mereka berkembang. kembalinya mereka dari oxford ibu dan tunangan tala datang untuk menjemputnya pulang dan mempersiapkan pernikahan. leyla meminta tala untuk jujur dan memilihnya, hanya saja tala terlalu takut untuk jujur. disini lah mereka harus bertarung melawan diri mereka sendiri. tala yang tidak siap untuk jujur pada keluarganya memutuskan untuk kembali ke yordania dan mempersiapkan pernikahannya. sedangkan leyla berusaha jujur kepada orangtuanya meskipun ibunya menentang keputusanya dan mengakui bahwa putrinya seorang gay, namun ayahnya cukup menerima kenyataan bahwa putrinya memilih jalan hidupnya sendiri sebagai seorang gay.

akankah tala berani jujur kepada orangtuanya dan kembali mengejar cintanya? dan akankah leyla mau menerima kembali tala?

buat yang sudah menonton pasti tahu jawabannya, dalam film ini kita di ajarkan untuk bisa jujur terhadap diri kita sendiri, bagaimana cara kita memandang sebuah keyakinan, menerima dan menghargai sebuah pilihan atas pilihan hidup seseorang. film ini benar-benar menyuguhkan tontonan yang menarik, karena kita akan dimanjakan dengan wajah-wajah pemain utama yang meneduhkan mata, tala yang diperankan secara apik oleh lisa ray dengan mata indahnya mampu membuat kita luluh ditatapnya. dan leyla dengan karakternya yang kaku mampu dibawakan oleh sheetal sheth. chemistry keduanya mampu membuat kita merasakan peresaan dari dua orang yang saling jatuh cinta tanpa melihat bahwa film ini bergenre lgbt, ini bukanlah kali pertama mereka dipasangkan sebagai sepasang kekasih. film pertama mereka yang berjudul the world unseen sukses meraih berbagai penghargaan internasional, mungkin alasan ini yang membuat shamim sarif kembali memasangkan mereka dalam satu film. keputusan shamim tidak salah, karena film  i can't think straight ini mampu meraih berbagai penghargaan internasional seperti film terdahulu mereka. well saya sangat terkesan dengan seorang shamim sarif sebagai penulis sekaligus director dia bisa memberikan sentuhan india yang penuh dengan romansa dan kelembutan. semoga film ini bisa memberi kita inspirasi tentang sebuah penerimaan diri dan keberanian untuk jujur tentang diri kita sendiri. begitupun untuk bisa menghargai keputusan seseorang atas pilihan hidupnya.


ada kata-kata leyla yang menginspirasi saya.

"for people who do not dare to be honest about who they are, the culture will never change"

mungkin cukup untuk postingan pertama saya, maaf jika terlalu panjang karena saya sedikit cuap-cuap untuk perkenalan.  dan semoga postingan saya bermanfaat bagi semua yang membacanya. ^^

see u next post.....



http://www.youtube.com/watch?v=KIetcsELZvo