Selasa, 12 April 2016

lost my self? ask your self!

Hari ini tanggal 12 april 2016, tepat 3 tahun setelah postingan pertama saya di blog ini. awalnya cuma iseng hanya mengintip dan melihat apa yang sudah saya buat, postingan terakhir yang saya buat dan satu-satunya yang ada diblog ini, mengingatkan saya akan sesuatu yang membuat saya ingin menulis. membaca kembali kata demi kata yang terurai, mewakili perbincangan saya dengan sahabat saya roti.

Kali ini saya ingin kembali memulai yang dulu sempat saya tunda, mencoba kembali membuka diri dengan apa yang ada didepan saya. postingan kali ini adalah awal saya untuk kembali lagi membuka cakrawala saya, belajar tentang diri sendiri, mengenali diri, memahami diri saya sendiri. banyak orang yang mungkin sering kali kehilangan jati dirinya, atau belum menemukan jati dirinya. tapi bukan tidak ada, hanya sebagian kecil orang yang hidup dengan memahami dirinya sendiri. kebanyakan orang yang saya jumpai selama hidup saya adalah orang-orang yang memiliki berbagai macam masalah, seringkali mereka bingung untuk menyelesaikan masalah mereka sendiri. begitupun dengan saya, saya berfikir bagaimana menyelesaikan masalah saya, apa yang harus saya lakukan, solusi apa yang harus saya dapatkan? Pertanyaan-pertanyaan itu membuat saya berfikir mencari jalan keluar. pintasnya biasanya saya mencari tempat curhat, dan begitupun kebanyakan oranglainnya. 

Tapi mencari tempan curhat yang bisa memahami perasaan kita tidaklah mudah, jangankan untuk memahami, mencari yang bisa dipercaya saja sudah sulit. Jadi alangkah lebih bijaknya sebelum kita bercerita dengan yang lain, kita berusaha memahami diri kita sendiri telebih dahulu. memahami rasa hati kita, ingin seperti apa, bagaimana menyelesaikannya? pertanyaan semacam ini adalah bentuk dari penyelesaian masalah kita. setelahnya kita coba untuk melihat akar permasalahannya, awal mula kita merasakan tertekan dengan keadaan ataupun masalah.

Mungkin benar bahwa kepercayaan kita terhadap sesuatu bisa menjadikan kekuatan ataupun kelemahan kita. maka dari itu mulailah mempercayai diri kita sendiri, jangan mudah percaya dengan apa yang oranglain katakan. seringkali kita akan tebuai dengan sanjungan ataupun motivasi dari teman sejawat, padahal terkadang kita tidak bisa menilai saat kita sendiri sedang kalut, kita tidak pernah tahu apakah dukungan yang mereka berikan adalah pure motivasi untuk diri kita, ataukan provokasi? disinilah kita harus bisa menyaring. ada pula teman yang seringkali berkata pedas dan mematahkan semangat kita, hanya saja kita jadi baper (bawa perasaan) dikala kita sedang dirundung masalah. kita menganggap bahwa dia orang yang kejam dan tidak mengerti perasaan kita, padahal sesungguhnya jika kita melihat lebih dalam semua itu menampar kita untuk melihat kenyataan yang ada.

Jadi ada baiknya jika kita lebih sedikit waspada, tidak mudah percaya dan belajar membuka diri kepada oranglain tanpa harus terpengaruh dengan mereka. dengan begitu mengenal pribadi kita sendiri jauh lebih baik.

sebenarnya ada berbagai tipe karakteristik personality, dan tiap karakter memiliki positif dan negatif, juga memiliki penyelesaian yang berbeda, cara pandang yang berbeda. next post mungkin saya akan membahas perbedaan tiap orang berdasarkan karakter dan pola penyelesaian.

terimakasih telah meluangkan waktu untuk membaca tulisan saya kali ini. semoga bermanfaat kawan.
salam saya Flens....