Rabu, 14 Juni 2017

A Girl at My Door " sebuah kisah yang terlupakan"

kali ini saya akan membahas sebuah film yang mengangkat isu,  yang sering terjadi dalam masyarakat kita, sebuah karya dari seorang sineas muda korea selatan July Jung dengan modal yang tidak terlalu besar, dia berhasil mengemas sebuah cerita yang sangat sederhana dan menuangkannya dalam visual yang mempu membuat penonton"khususnya saya sendiri" merasakan emosi yang dalam, filmnya sendiri cukup gelap, dan membuat kita sebagai penonton mampu memdapatkan tekanan. cukup basa basinya langsung saja kita memulai ceritanya.

film ini di awali dengan adegan seorang polisi wanita bernama lee young nam yang diperankan oleh Bae_Doona dipindah tugaskan ke sebuah desa, saat dalam perjalanan menuju desa tersebut, di tengah jalan di tanpa sengaja melintasi genangan air, dan mengenai seorang gadis yang sedang duduk di tepi jalan. saat dia hendak menghampiri gadis tersebut, gadis tersebut berlari menjauh. sesampainya di desa tersebut, dia langsung membereskan barang-barangnya dan melihat gadis yang dia temui tadi di tepi jalan, gadis itu menaiki sebuah motor barang bersama seorang wanita tua. 

malam hari saat dia tidak bisa tidur, dia melihat gadis itu sedang berlari. dia mengejarnya, namun tidak terkejar, sampai dia mendengar suara teriakan. dan dia terkejut melihat gadis itu sedang dipukuli oleh ayahnya park yong ha  "diperankan oleh Song Sae-byeok"  yang sedang mabuk, dan neneknya ikut mengomeli sang gadis. yong nam menonglong gadis ini dan memenjarakan si ayah, ternyata sang ayah itu sudah sering berlaku kasar terhadap do hee, gadis itu bernama sun do hee "yang di perankan secara apik oleh Kim_Sae-ron" mungkin kalian sudah tidak asing lagi dengan aktris cilik ini, bagi pecinta film korea sudah beberapa film yang dia bintangi dan sukses. 

Perlakuan buruk ayah dan neneknya do hee ternyata tidak berhenti sampai disitu, setiap kali mereka mabuk, mereka melampiaskan kemarahan mereka terhadap do hee, sulit untuk young nam merubah kebiasaan warga setempat yang suka minum. apalagi dia sendiri sebenarnya adalah seorang peminum, yong nam tidak tega dan membawa do hee tinggal bersama dengan dia, do hee adalah gadis penyendiri dan suka di bully di sekolah, ternyata ayahnya dan neneknya berlaku kejam kepadanya karena dia adalah anak tiri, dan ibunya pergi meninggalkan do hee dengan ayah tiri dan nenek tirinya.

do hee yang merasakan kasih sayang yang tidak pernah dia dapatkan, merasa terobsesi dengan young nam, dia mulai mengikuti semua ap yang young nam lakukan, apa yang dia pakai. sampai satu hari seorang wanita mencari young nam dan mereka berbicara, ternyata wanita itu adalah masa lalu young nam, wanita itu adalah mantan kekasih yong nam, saat mereka bertengkar, park yong ha melihat. dan melaporkan yong nam atas tindak asusila terhadap do hee. "disini lah kita akan di suguhkan klimaks dan twiss dari si penulis. apakah yang akan terjadi dengan do hee? apakah yong nam akan di tahan atas tindakan yang tidak dia lakukan? 

untuk yang sudah menonton pasti sudah tahu akhirnya seperti apa, bagi yang belum silahkan di tonton, karna sudah bisa di unduh.

banyak pelajaran yang saya dapat dari film ini, si penulis sangat bisa membuat cerita yang sebenarnya sering terjadi dalam keseharian. kebiasaaan masyarakat korea yang suka sekali minum alkohol, memiliki dampak untuk lingkungan sekitar, tanpa disadari mereka tidak melihat sisi lain dari kebiasaan minum yang berlebihan.

isu kekerasan pada anak, pelecehan seksual pada anak, dan isu lgbt di kemas secara apik oleh penulis July Jung yang merangkap sebagai sutradara film ini, bahkan isu human traffiking menjadi salah satu isu yang dia angkat dalam film ini.filmnya tidak begitu berat, namun penuh hikmah. film ini pun memdapat perhatian dari para critikkus film dan berhasil tayang di ajang festival film cannes 2014. 

chemistry antar pemainnya terbangun dengan baik, akting mereka  mampu membuat kita terbawa dalam gejolak perasaan mereka. jadi film ini bisa jadi hiburan dan pelajaran untuk kita, termia kasih atas perhatiannya. sampai jumpa lagi di review film berikutnya.


di ajang festival film cannes