kemarin saya baru saja menonton salah satu film indonesia yang berjudul, marlina si pembunuh empa babak, di bintangin Marsya Thimoti sebagai Marlina, dan beberapa jajaran artis indonesia lainnya.
Pertama kali melihat trailernya saya begitu penasaran, bagaimana film ini akan membuat penonton menikmati setiap adegan yang di suguhkan. berlatar perbukitan sabana di Sumba, Nusa Tenggara Timur, penonton dibuat takjub dengan pemandangan yang memanjakan mata. kita bisa melihat keindahan indonesia yang sangat kaya akan alam, di iringi musik yang membuat kita terbawa dengan suasana pedalaman sumba. Marlina tinggalah seorang diri, anaknya meninggal sewaktu masih dikandungan, dan hanya jasad suaminya yang menemaninya di sebuah gubuk kecil di tengah perbukitan.
suatu hari datanglah penagih hutang hendak merampok semua harta marlina, tidak hanya merampok tetapi juga ingin menyetubuhi marlina. si perampok tidak lah sendiri, kawan-kawannya datang menyusul untuk melakukan hal yang sama terhadap marlina. marlina yang hanya tinggal sendiri tidak tahu harus meminta tolong terhadap siapa? Apa yang akan dilakukan marlina? bagaimana cara dia menyelamatkan diri dari para perampok itu?
disini saya tidak akan terlalu banyak spoiler, karena mungkin sudah banyak yang tahu kisah ini. di angkat dari kisah nyata seorang janda di sumba yang dirampok dan diperkosa oleh kawanan perampok dan dia membunuh semua perampoknya. tapi bagaimana dia membunuh para perampok dan bagaimana perjalanan dia mencari keadilan? kalian harus menonton filmnya.
sebagai penikmat film, mata saya benar-benar dimanjakan oleh pemandangan alam indonesia yang begitu indahnya, di film ini kita bisa melihat kearifan lokal budaya masyarakat sumba, menggunakan bahasa sumba, musik yang mengiring begitu pas terdengar di telinga mengiringi pemandangan perbukitan yang luas, sebuah artikel menyebut menonton film marlina seolah kita menonton film coboi. dan ya, saya setuju.
Marsha sendiri tidak usah diragukan lagi kemampuan aktingnya, dia begitu mendalami peran marlina sebagai seorang janda yang begitu kesepian, begitu menyendiri, dan misterius. hasilnya marsha mendapatkan pujian di festival film cannes 2017. aktor dan aktris pendukung film ini pun begitu menjiwai karakter yang mereka perankan, kita seolah dibuat masuk kedalam cerita itu. merasakan bagaimana kehidupan masyarakat di sumba,.
seperti judulnya Marlina si pembunuh empat babak, cerita ini dibagi menjadi empat bagian. sebelum tayang di indonesia film ini sudah tayang di berbagai festifal film di beberapa negara, dan selalu mendapatkan ulasan positif dan pujian. dan menurut saya sendiri memang film ini patut mendapat penghargaan.
Hanya saja mungkin film ini terasa membosankan bagi sebagian orang, karena film ini tidak memiliki banyak dialog ataupun aksi. tapi untuk sebagian orang film ini akan membuat kita berpetualan didalamnya, dan melihat segala sesuatu tidak hanya dari satu prespektif.
well itu ulasan saya tentang film Marllina si pembunuh empat babak, kalau yang penasaran silahkan langsung saja menontondi bioskop-bioskop terdekat,
Mohon Maaf apabila ada yang salah dalam tulisan ini, salam .....
Pertama kali melihat trailernya saya begitu penasaran, bagaimana film ini akan membuat penonton menikmati setiap adegan yang di suguhkan. berlatar perbukitan sabana di Sumba, Nusa Tenggara Timur, penonton dibuat takjub dengan pemandangan yang memanjakan mata. kita bisa melihat keindahan indonesia yang sangat kaya akan alam, di iringi musik yang membuat kita terbawa dengan suasana pedalaman sumba. Marlina tinggalah seorang diri, anaknya meninggal sewaktu masih dikandungan, dan hanya jasad suaminya yang menemaninya di sebuah gubuk kecil di tengah perbukitan.
suatu hari datanglah penagih hutang hendak merampok semua harta marlina, tidak hanya merampok tetapi juga ingin menyetubuhi marlina. si perampok tidak lah sendiri, kawan-kawannya datang menyusul untuk melakukan hal yang sama terhadap marlina. marlina yang hanya tinggal sendiri tidak tahu harus meminta tolong terhadap siapa? Apa yang akan dilakukan marlina? bagaimana cara dia menyelamatkan diri dari para perampok itu?
disini saya tidak akan terlalu banyak spoiler, karena mungkin sudah banyak yang tahu kisah ini. di angkat dari kisah nyata seorang janda di sumba yang dirampok dan diperkosa oleh kawanan perampok dan dia membunuh semua perampoknya. tapi bagaimana dia membunuh para perampok dan bagaimana perjalanan dia mencari keadilan? kalian harus menonton filmnya.
sebagai penikmat film, mata saya benar-benar dimanjakan oleh pemandangan alam indonesia yang begitu indahnya, di film ini kita bisa melihat kearifan lokal budaya masyarakat sumba, menggunakan bahasa sumba, musik yang mengiring begitu pas terdengar di telinga mengiringi pemandangan perbukitan yang luas, sebuah artikel menyebut menonton film marlina seolah kita menonton film coboi. dan ya, saya setuju.
Marsha sendiri tidak usah diragukan lagi kemampuan aktingnya, dia begitu mendalami peran marlina sebagai seorang janda yang begitu kesepian, begitu menyendiri, dan misterius. hasilnya marsha mendapatkan pujian di festival film cannes 2017. aktor dan aktris pendukung film ini pun begitu menjiwai karakter yang mereka perankan, kita seolah dibuat masuk kedalam cerita itu. merasakan bagaimana kehidupan masyarakat di sumba,.
seperti judulnya Marlina si pembunuh empat babak, cerita ini dibagi menjadi empat bagian. sebelum tayang di indonesia film ini sudah tayang di berbagai festifal film di beberapa negara, dan selalu mendapatkan ulasan positif dan pujian. dan menurut saya sendiri memang film ini patut mendapat penghargaan.
Hanya saja mungkin film ini terasa membosankan bagi sebagian orang, karena film ini tidak memiliki banyak dialog ataupun aksi. tapi untuk sebagian orang film ini akan membuat kita berpetualan didalamnya, dan melihat segala sesuatu tidak hanya dari satu prespektif.
well itu ulasan saya tentang film Marllina si pembunuh empat babak, kalau yang penasaran silahkan langsung saja menontondi bioskop-bioskop terdekat,
Mohon Maaf apabila ada yang salah dalam tulisan ini, salam .....